PEKANBARU – detikcentral.com
Komisi II DPRD Kota Pekanbaru memanggil pihak Pertamina Patra Niaga dalam rapat dengar pendapat yang digelar, Kamis, 7 Mei 2026, menyusul krisis dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU Kota Pekanbaru dalam beberapa hari terakhir.
Rapat tersebut digelar untuk mengurai penyebab antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat di sejumlah SPBU yang sempat memicu keresahan masyarakat.
Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, Muhammad Zainal Arifin, didampingi Wakil Ketua Komisi II Yasser Hamidy, Sekretaris Komisi M Rizki Rinaldi, serta anggota lainnya, yakni dr Meiza Ningsih, Mona Sri Wahyuni, Jepta Sitohang, Davit Marihot Silaban, Rizky Bagus Oka, dan Fikry Raihan Ramadhana.Energi & Utilitas
Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Yulianis, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Riau Bambang Pratama, serta perwakilan Pertamina Patra Niaga.
Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan tampak mengular di sejumlah SPBU hingga memakan badan jalan. Tak sedikit masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM.Peta Riau Interaktif
Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, Zainal Arifin, mengatakan pihaknya sengaja memanggil Pertamina guna mengetahui penyebab pasti terjadinya kelangkaan tersebut.
“Substansi kita memanggil Pertamina karena ada peristiwa kelangkaan BBM sejak 18 April lalu. Hampir semua SPBU antreannya cukup panjang, bahkan masyarakat harus menunggu berjam-jam,” ujar Zainal usai rapat.
Dari hasil pembahasan, Komisi II DPRD menemukan sejumlah faktor penyebab antrean panjang di SPBU. Salah satunya adalah beredarnya isu kenaikan harga BBM yang memicu kepanikan masyarakat atau panic buying.
“Karena ada isu kenaikan harga BBM, masyarakat berbondong-bondong mengisi kendaraan mereka sehingga terjadi antrean panjang,” jelas Zainal.
Selain itu, terjadi pula pergeseran konsumsi BBM. Sejumlah pengguna Pertamax Turbo disebut beralih menggunakan Pertalite, yang membuat konsumsi BBM subsidi tersebut meningkat drastis.
“Ada perpindahan penggunaan dari masyarakat yang sebelumnya memakai Pertamax Turbo ke Pertalite. Itu membuat antrean Pertalite semakin panjang,” katanya.
Faktor lainnya adalah meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang, termasuk kedatangan warga dari luar daerah ke Pekanbaru yang ikut mendorong lonjakan konsumsi BBM.Panduan Kota & Daerah
“Memang ada kekurangan stok juga, ditambah masa libur sehingga banyak masyarakat dari luar daerah masuk ke Pekanbaru,” tambah politisi Gerindra itu.
Komisi II DPRD Pekanbaru meminta Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi BBM dan menyiapkan langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.Energi & Utilitas
“Kami meminta Pertamina mengkaji berbagai kemungkinan dan menyiapkan solusi. Tadi disampaikan ada penambahan kuota sekitar 20 persen per hari,” tegas Zainal.
Sementara itu, Sales Branch Manager Pertamina Sales Area Riau, Hary Prasetyo, mengakui pihaknya akan mengevaluasi sistem distribusi BBM, khususnya di Pekanbaru dan wilayah Riau.
“Ada beberapa poin evaluasi, salah satunya peningkatan kekuatan distribusi agar pendistribusian BBM di Pekanbaru dan Riau berjalan lebih lancar,” ujarnya.
Hary menjelaskan, salah satu penyebab utama kelangkaan adalah beredarnya hoaks terkait kenaikan harga BBM subsidi menjelang 1 Mei 2026.
“Karena pada 1 Mei ada kenaikan harga BBM nonsubsidi, muncul isu bahwa BBM subsidi juga naik. Itu memicu panic buying di masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, fenomena tersebut terjadi sejak 30 April hingga 2 Mei. Banyak masyarakat yang tetap mengantre membeli BBM meskipun tangki kendaraan mereka sebenarnya masih terisi penuh.Energi & Utilitas
“Yang di rumah tangkinya masih penuh ikut antre juga karena khawatir harga naik,” katanya.
Hary menambahkan, isu tersebut bahkan sempat dibahas bersama aparat penegak hukum di Polda Riau guna mengetahui dampaknya terhadap distribusi BBM di lapangan.
Pertamina memastikan telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi lonjakan konsumsi BBM saat libur panjang dan momentum Iduladha mendatang.
“Untuk long weekend dan Iduladha sudah kami persiapkan dan menjadi perhatian kami. Mudah-mudahan distribusi tidak ada kendala,” tutup Hary. (Galeri Foto DPRD Kota Pekanbaru)


